Cara Mencari Makanan Halal di Korea: Jangan Salah Bedakan Halal, Muslim Friendly, dan Pork-Free

Kalau kamu seorang Muslim dan baru pertama kali pergi ke Korea, ada satu hal penting yang perlu diketahui.

“Muslim Friendly” tidak selalu berarti “Halal Certified”.

Begitu juga dengan tulisan “Pork Free”.

Restoran yang tidak menggunakan babi belum tentu menyediakan menu halal, dan restoran yang menyediakan beberapa hidangan halal masih mungkin menjual alkohol.

Karena itu, jangan hanya melihat nama restoran atau foto makanannya.

Periksa kategori restoran, menu yang dipilih, dan bahan yang digunakan.

Infografik Bahasa Indonesia tentang kategori restoran ramah Muslim dan cara mencari makanan halal di Korea.

1. Empat kategori restoran untuk wisatawan Muslim di Korea

Korea Tourism Organization (KTO) membagi restoran ramah wisatawan Muslim menjadi empat kategori.

Perbedaan ini penting karena keempat kategori tersebut tidak memiliki arti yang sama.

Halal Certified

Restoran dalam kategori ini telah mendapat sertifikasi dari lembaga sertifikasi halal yang diakui.

Dalam panduan VISITKOREA, KTO memberi contoh lembaga seperti Korea Muslim Federation (KMF).

Bagi wisatawan yang mencari restoran dengan sertifikasi halal yang jelas, kategori ini merupakan titik awal yang paling mudah dipahami.

Self-certified

Menurut KTO, seluruh makanan di restoran kategori ini dinyatakan halal dan status tersebut dinyatakan oleh pemilik restoran Muslim.

Namun, Self-certified bukan nama lain untuk Halal Certified.

Keduanya merupakan kategori yang berbeda dalam sistem KTO.

Muslim Friendly

Restoran kategori Muslim Friendly menyediakan beberapa hidangan halal.

Namun, KTO juga menjelaskan bahwa alkohol dapat tetap dijual.

Jadi pertanyaan yang lebih tepat adalah: “Menu mana yang halal?”

Untuk restoran hotel atau buffet, KTO juga mengingatkan bahwa tempat yang masuk kategori Muslim Friendly dapat tetap menyajikan hidangan yang mengandung babi di area yang sama.

Pork Free

Ini adalah kategori yang paling mudah disalahpahami.

Menurut KTO, restoran Pork Free tidak menggunakan babi, tetapi tidak menyediakan menu halal sebagai kategori tersebut, dan alkohol dapat dijual.

Karena itu:

Pork Free ≠ Halal.

2. Ringkasan cepat: apa bedanya?

KategoriArti praktisYang perlu dicek
Halal CertifiedBersertifikat halalStatus sertifikasi terbaru
Self-certifiedSeluruh makanan dinyatakan halal oleh pemilik MuslimJangan samakan dengan Halal Certified
Muslim FriendlyBeberapa menu halal tersediaMenu halal tertentu; alkohol mungkin dijual
Pork FreeTidak menggunakan babiBukan jaminan halal; alkohol mungkin dijual

3. Jangan hanya mencari kata “halal” di aplikasi peta

Google Maps, Naver Map, TikTok, Instagram, atau blog bisa membantu menemukan nama restoran.

Tetapi gunakan hasil tersebut sebagai petunjuk awal, bukan bukti akhir.

Setelah menemukan restoran, cek kembali informasi melalui bagian Muslim-friendly Travel di VISITKOREA dan periksa kondisi terbaru restoran tersebut.

KTO juga menggunakan pictogram untuk menunjukkan informasi seperti halal menu, alcohol-free, pork-free, Muslim owner/chef, atau apakah reservasi diperlukan untuk menu halal.

4. Sebelum memesan, cek tiga hal

Langkah 1 — Kategori restoran

Apakah Halal Certified, Self-certified, Muslim Friendly, atau Pork Free?

Langkah 2 — Menu yang kamu pilih

Apakah menu tersebut memang termasuk menu halal yang disediakan restoran?

Langkah 3 — Bahan yang digunakan

Periksa pork, bahan turunan pork, alkohol atau cooking wine, serta sumber daging bila hal tersebut penting untuk standar halal yang kamu ikuti.

VISITKOREA bahkan menyediakan lembar pertanyaan untuk membantu wisatawan menanyakan apakah hidangan mengandung pork atau alkohol termasuk cooking wine seperti mirin.

5. Mengapa Itaewon sering muncul saat mencari makanan halal?

Itaewon merupakan salah satu kawasan Seoul yang paling sering dikaitkan dengan restoran halal dan fasilitas untuk wisatawan Muslim.

Korea.net menyebut Itaewon dan Dongdaemun sebagai kawasan Seoul dengan konsentrasi restoran halal yang tinggi.

Di sekitar Usadan-ro, yang sering disebut “Muslim Street”, terdapat berbagai restoran serta Seoul Central Masjid.

World Food Street di Itaewon, Seoul, Korea Selatan.

World Food Street di Itaewon, Seoul. Foto: kallerna · CC BY-SA 4.0.

Catatan: foto ini menunjukkan suasana kawasan Itaewon dan tidak berarti semua restoran yang terlihat pada foto memiliki status halal tertentu.

6. Makanan Korea halal tetap bisa ditemukan

Menjadi wisatawan Muslim tidak berarti harus melewatkan makanan Korea.

VISITKOREA mencantumkan restoran yang menawarkan makanan Korea seperti bibimbap, bulgogi, samgyetang, japchae, dan tteokbokki dalam kategori halal atau ramah Muslim tertentu.

Yang perlu diingat adalah: status bergantung pada restoran dan menu, bukan hanya nama makanannya.

7. Checklist sederhana sebelum makan

  • Cek kategori restoran.
  • Cek menu yang benar-benar halal.
  • Cek pork, alkohol, cooking wine, dan sumber daging bila perlu.
  • Periksa kembali informasi terbaru sebelum datang.

FAQ

Apakah Muslim Friendly berarti halal?

Tidak selalu.

Menurut KTO, restoran Muslim Friendly menyediakan beberapa hidangan halal, tetapi alkohol dapat dijual.

Apakah Pork Free berarti halal?

Tidak.

Kategori Pork Free berarti restoran tidak menggunakan babi, tetapi KTO membedakannya dari kategori restoran yang menyediakan menu halal.

Di mana saya bisa mengecek restoran ramah wisatawan Muslim?

Gunakan bagian Muslim-friendly Travel di situs resmi VISITKOREA sebagai salah satu titik awal dan cek kembali informasi terbaru restoran.

Apakah Itaewon satu-satunya tempat untuk mencari makanan halal?

Tidak.

Itaewon merupakan salah satu kawasan yang terkenal, tetapi KTO mencantumkan restoran ramah Muslim di berbagai wilayah Korea.

Sumber

Comments

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari 멍구의 슬기로운 백과사전

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca